Ini Dia Tempat Wisata Alam Kerajaan Inca

Ternyata masih banyak yang tidak tahu mengenai beberapa fakta yang tidak terlalu diketahui oleh publik mengenai Machu Picchu.
(Source: www.pexels.com)

Bertempatan di lereng Andes, tepatnya di timur Cordillera, selatan Peru, peninggalan Machu Picchu yang menyisakan banyak sekali misteri kerap kali menunjukkan misteri dari Kerajaan Inca. Walaupun situs arkeologi ini masih menarik perhatian para wisatawan asing untuk datang ke Peru, tetapi ternyata masih banyak yang tidak tahu mengenai beberapa fakta yang tidak terlalu diketahui oleh publik mengenai Machu Picchu. Lalu, apa saja fakta tersebut?

Bukan Kota Hilang Para Inca

Ketika seorang penjelajah bernama Hiram Bingham III menemukan Machu Picchu di tahun 1911, dia sebenarnya sedang mencari kota yang berbeda yang bernama Vilcabamba. Kota tersebut merupakan ibu kota tersembunyi yang ditinggalkan oleh para Inca ketika penjajah Spanyol berdatangan di tahun 1532. Sesaat setelahnya, Machu Picchu menjadi dikenal sebagai kota legendaris yang hilang milik para Inca.

Sepanjang hidupnya, Bingham terus mengatakan bahwa Machu Picchu dan Vilcabamba adalah kota yang sama. Hal tersebut merupakan sebuah teori yang baru dapat dibuktikan setelah kematiannya di tahun 1956. Sementara untuk kota Vilcabamba yang asli, masyarakat kini percaya bahwa kota tersebut sebenarnya berada di dalam hutan sekitar 50 mil ke barat dari Machu Picchu.

Sering Terjadi Gempa

Bebatuan yang digunakan untuk pendirian bangunan-bangunan indah Kerajaan Inca tidak menggunakan semen. Batu-batu yang digunakan dipotong sedemikian rupa dan ditaruh dengan sangat amat rapat. Secara teknis, pembuatan bangunan tersebut memiliki kelebihannya tersendiri.

Peru bukanlah sebuah negara yang stabil dan tidak asing dengan gempa. Ketika bencana tersebut terjadi, batu-batu yang berada di bangunan Inca hanya bergetar saja kemudian mereka akan kembali tenang di posisi semula. Tanpa metode pembangunan seperti ini, banyak bangunan di Machu Picchu akan hancur sedari dulu.

Anda Dapat Berjalan Ke Machu Picchu

Sebenarnya, pergi ke Machu Picchu tidaklah mahal karena Anda dapat berjalan kaki ke sana. Itu juga apabila Anda merasa sehat untuk mendaki dan menuruni Machu Picchu.

Apabila Anda tertarik untuk berjalan kaki, maka jalur yang akan Anda lewati adalah jalur yang digunakan oleh Hiram Bingham III di tahun 1911. Tidak hanya Anda akan merasa seperti seseorang yang menemukan Machu Picchu, tetapi Anda juga akan disambut oleh pemandangan yang sangat indah yang ditawarkan oleh Machu Picchu Historical Sanctuary. Tentu saja pemandangan ini tidak ada perubahan semenjak pertama kali Bingham mengunjungi Machu Picchu.

Untuk berjalan kaki ke Machu Picchu, Anda hanya akan memerlukan waktu tempuh sekitar kurang lebih 90 menit. Meskipun lama, tetapi Anda akan memiliki pengalaman yang tak terlupakan.

Museum Tersembunyi

Apabila Anda baru pertama kali mengunjungi Machu Picchu, maka Anda akan merasa sangat kebingungan. Sebab, salah satu hal yang paling aneh yang terjadi di Machu Picchu adalah mereka sama sekali tidak menaruh tanda yang menunjukkan arah ke tempat wisata yang ada di sana. Meski begitu, hal ini memiliki keuntungan tersendiri. Sebab, dengan tidak adanya penunjuk arah, maka peninggalan Machu Picchu tetap sama seperti dahulu.

Museo de Sitio Manuel Chavez Ballon adalah sebuah museum yang memiliki penjelasan akan mengapa Machu Picchu dibangun, dan mengapa para Inca memilih untuk menempatkan Machu Picchu di tempat yang sangat mengagumkan tersebut. Untuk memasuki museum, tentunya Anda harus mencarinya terlebih dahulu melalui sebuah jalan besar di posisi paling bawah situs Machu Picchu. Anda harus berjalan selama 30 menit dari kota Aguas Calientes dan membayar biaya masuk sebesar Rp 98 ribu untuk masuk ke museum tersebut. Apabila Anda khawatir untuk tidak mengerti soal bacaan dalam Museo de Sitio Manuel Chavez Ballon, Anda tidak perlu khawatir sebab museum tersebut memberi penjelasan menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Spanyol.

Masih Banyak Yang Tersembunyi

Apabila Anda mengunjungi Machu Picchu, Anda akan melihat bahwa di setiap sisi jalanan yang terdapat di sana masih memiliki beberapa semak-semak yang berujung pada semak belukar yang sangat tebal. Hal ini membuat orang bertanya-tanya apakah dibalik semak-semak tersebut terdapat sesuatu yang masih belum dijelajah oleh manusia sejak dibangun oleh para Inca. Bahkan, mungkin di sana masih terdapat banyak sekali peninggalan yang tersembunyi masih menunggu untuk ditemukan.